Cerita Rakyat Maluku

Provinsi Maluku berdiri pada tanggal 1 Juli 1958 berdasarkan UU No.20 Tahun 1958 dengan beribukota di kota Ambon dan memiliki semboyan Siwa Lima yang memiliki arti Milik Bersama. Maluku memiliki 9 kabupaten, 2 kotamadya, 77 kecamatan, 33 kelurahan, dan 869 desa.



Suku yang mendiami Provinsi Maluku yaitu Suku Ambon, Suku Lumoli, Suku Nuaulu, Suku Pelauw, Suku Rana, Suku Kei, Suku Buton, Suku Banda, Suku Rana, Suku Alifuru, Suku Togitil, Suku Furu-furu, Suku Aru, Suku Bacan, Suku Bonfia, Suku Buli, Suku Buru, Suku Furuaru, Suku Kayoa, Suku Kisar, Suku Maba, Suku Laras Fordata, Suku Loda, Suku Makian, Suku Moa, Suku Morotai, Suku Patani, Suku Patasiwa Putih, Suku Nila Teun Serui, Suku Patasiwa Hitam, Suku Roma Dama, Suku Selaru, Suku Tali Abu, Suku Tanibar, Suku Ternate, dan Suku Badar. Sedangkan bahasa yang digunakan masyarakat Maluku adalah Bahasa Wamale, Bahasa Alune, Bahasa Nuaulu, Bahasa Koa, Bahasa Seti, Bahasa Gorom, Bahasa Palamata, Bahasa Moksela, dan Bahasa Melayu Kreol. Bahasa Melayu Kreol sendiri memiliki empat varian diantaranya Melayu Maluku Utara, Melayu Ambon, Melayu Banda, dan Melayu Tenggara.

Banyak cerita rakyat dari Provinsi Maluku diantaranya:

Alkisah, di sebuah hutan di kepulauan Aru, Maluku, hidup sekelompok Rusa yang terkenal memiliki kemampuan berlari sangat cepat. Para Rusa biasa menantang binatang-binatang lain di suatu daerah untuk berlomba lari. Siapa yang memenangkan perlombaan lari, maka dia berhak tinggal di daerah tersebut.

Referensi:

  1. Agni, Danu. 2013. Cerita Anak Seribu Pulau.Yogyakarta: Buku Pintar.
  2. Komandoko, Gamal. 2013. Koleksi Terbaik 100 plus Dongeng Rakyat Nusantara, PT.Buku Seru.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar