Cerita Rakyat Papua


By Standel - West Papua Rainbow, CC BY 2.0, https://commons.wikimedia.org/w/index.php?curid=10387267

Provinsi Papua terletak di pulau Papua bagian tengah, berbatasan dengan Provinsi Papua Barat dan negara Papua Nugini. Provinsi Papua berdiri pada tanggal 10  September 1969 berdasarkan UU No.12 Tahun 1969 dan UU No.45 Tahun 1999 dengan beribukota di kota Jayapura dan memiliki semboyan Karya Swadaya. Papua memiliki 28 kabupaten, 1 kotamadya, 381 kecamatan, 88 kelurahan, dan 3.909 desa.



Suku yang mendiami Provinsi Papua yaitu Suku Ansus, Suku Amungme, Suku Asmat, Suku ayamaru, Suku Bauzi, Suku Biak, Suku Dani, Suku Empur, Suku Hatam, Suku Lha, Suku Kamoro, Suku Mandobo/Wambon, Suku Mee, Suku Meyakh, Suku Moskona, Suku Nafri, Suku Sentani, Suku Souk, Suku Waropen, Suku Wamesa, Suku Muyu, Suku Tobati, Suku Enggros, Suku Korowai, dan Suku Fuyuda. Sedangkan bahasa yang digunakan masyarakat Papua ada sekitar 255 bahasa, diantaranya Bahasa Asmat, Bahasa Tabati, Bahasa Dera, Bahasa Kaure, Bahasa Sentani, dan lainnya.

Banyak cerita rakyat dari Provinsi Papua diantaranya:

Di atas Gunung Kamboi Rama terdapat dua buah desa kecil bernama Desa Kamboi Rama dan Desa Aroempi. Desa Kamboi Rama dihuni oleh manusia sementara Desa Aroempi dipenuhi tanaman sagu milik tuan tanah bergelar Iriwonawani. Dari desa inilah asal mula legenda batu keramat.

Dahulu kala hidup sepasang suami istri di Kampung Sawjatami, Jayapura, Papua. Sang suami bernama Towjatuwa. Kala itu, istri Towjatuwa tengah hamil tua namun mengalami kesulitan dalam melahirkan bayinya. Suatu ketika sang istri menggigil karena mengalami pendarahan, namun bayi dalam rahimnya tidak kunjung keluar. Karena panik, Towjatuwa bergegas pergi ke seorang nenek dukun di kampungnya untuk meminta bantuan.

Berikut ini informasi lain mengenai Papua:

Asal kata Irian adalah dari akronim Ikut Republik Indonesia Anti-Netherland. Kata Papua sendiri berasal dari bahasa melayu yang berarti rambut keriting, sebuah gambaran yang mengacu pada penampilan fisik suku-suku asli.Pada tahun 2004, disertai oleh berbagai protes, Papua dibagi menjadi dua provinsi oleh pemerintah Indonesia bagian timur tetap memakai nama Papua sedangkan bagian baratnya menjadi Irian Jaya Barat yang sekarang menjadi Provinsi Papua Barat.

Jika dilihat dari karakteristik budaya, mata pencaharian dan pola kehidupannya, penduduk asli Papua itu dapat dibagi dalam dua kelompok besar, yaitu Papua pegunungan atau pedalaman, dataran tinggi dan Papua dataran rendah dan pesisir. Pola kepercayaan agama tradisional masyarakat Papua menyatu dan menyerap ke segala aspek kehidupan, mereka memiliki suatu pandangan dunia yang integral yang erat kaitannya satu sama lain antar dunia yang material dan spiritual, yang sekuler dan sacral dan keduannya berfungsi bersama-sama.


Hasil Alam

Hasil alam Papua diantaranya kayu, cengkih, cokelat, kacang hijau, kedelai, kelapa, pala, jagung, karet, ubi jalar, sagu, udang, udang, dan ikan tuna.


Obyek Wisata

Salju abadi di pegunungan tengah dan taman Nasional Lorentz yang luasnya mencapai 2.505.600 ha.  Kawasan ini merupakan kawasan konservasi terluas di Asia tenggara, berada pada ketinggian 0-4.884 m dpl dan tersebar di 4 Kabupaten, Yaitu : Kabupaten Jayawijaya, Mimika, Puncak Jaya dan Asmat.  Taman Nasional Lorentz bukanlah kawasan konservasi biasa seperti kawasan lainny melainkan pada tanggal 12 Desember 1999 PBB melalui United Nation Educational Scientific and Cultural Organization (UNESCO) secara resmi menetapkannya sebagai situs alama warisan dunia yang memiliki kurang lebih 43 jenis ekosistem, kawasan Daerah Tropis yang memiliki gletser ( Puncak cartenz) dan danau Habema yang menakjudkan, dihiasi padang rumput alpin dan rawa-rawa.


Masih ada lagi Taman Nasional Wasur di Merauke dengan berbagai spesies mamalia, Taman Nasional Teluk cenderawasih dengan berbagai biota laut dan karang yang indah serta tidak ketinggalan pula potensi budaya yang biasanya ditampilkan pada Festival Lembah Baliem dan Asmat serta kegiatan pariwisata lainnya berupa Trekking, Hiking, Hunting dan Adventuring.

Makanan dan Minuman

Makanan khas di Papua adalah sagu, ubi jalar, keladi, singkong, papeda, ikan bakar colo dabu-dabu, udang selingkuh, ikan bobara, tau, keripik keladi, dan keripik pisang.


Pakaian Adat

Pakaian adat Papua, para lelakinya memakai hiasan kepala, rimpi, celana berumbai dan kalung yang terbuat dari tulang hewan, gigi dan kerang. Kaum perempuanya memakai tutup kepala dihiasi bulu burung cendrawasih, baju dan rok berumbai dengan kalung dan hiasan kaki.


Pahlawan 

Pahlawan dari Provinsi Papua adalah Marthen Indey, dan Silas Papare.


Rumah Adat

Rumah adat tradisional Papua adalah Rumah Honai (Suku Dani), Rumah Kariwari (Suku Tobati), dan Rumah Sram (Suku Biak Numfor).


Alat Musik dan Lagu

Alat Musik yang sering dimainkan di Papua adalah Tifa. Sedangkan lagu yang terkenal diantaranya Apuse dan Yamko Rambe Yamko.


Senjata Tradisional

Senjata Tradisional dari Papua yang terkenal adalah Belati Tulang, Perisai Perang, Panah, Kapak Batu, dan Busur Panah.


Tarian Daerah

Tari Daerah Papua diantaranya Tari Kikaro, Tari Doyo Lama, Tari Ahokoy, Tari Jiriw, Tari Selamat Datang, Tari Musyoh, Tari Suanggi, Tari Wor, dan Tari Cendrawasih.

Referensi:

  1. Agni, Danu. 2013. Cerita Anak Seribu Pulau.Yogyakarta: Buku Pintar.
  2. Komandoko, Gamal. 2013. Koleksi Terbaik 100 plus Dongeng Rakyat Nusantara, PT.Buku Seru.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar