Cerita Rakyat Sumatera Selatan

Provinsi Sumatera Selatan terletak di bagian selatan pulau Sumatra, berbatasan dengan Provinsi Bengkulu, Provinsi Jambi, Provinsi Bangka Belitung, dan Provinsi Lampung. Provinsi Sumatera Selatan berdiri pada tanggal 14 Agustus 1950 berdasarkan UU No.3/1950 dengan beribukota di kota Palembang dan memiliki semboyan Bersatu Teguh. Sumatera Selatan memiliki 11 kabupaten, 4 kotamadya, 223 kecamatan, 371 kelurahan, dan 2.755 desa.



Suku yang mendiami Provinsi Sumatera Selatan yaitu Suku Melayu Palembang, Melayu Komering, Melayu Pasemah, Melayu Semendo, Melayu Empat Lawang, Melayu Musi, Melayu Banyuasin, Melayu Lematang, Melayu Rejang, Jawa, Sunda, Tionghoa, dan Minangkabau. Sedangkan bahasa yang digunakan masyarakat Sumatera Selatan adalah Bahasa Melayu dan juga ada sebagian kecil menggunakan Bahasa Bangka.

Banyak cerita rakyat di Provinsi Sumatera Selatan diantaranya:

Pulau Kemaro konon berhubungan dengan kisah cinta seorang putri raja Sriwijaya, Siti Fatimah dengan saudagar dari Cina, Tam Bun An. Konon, pada zaman kerajaan Sriwijaya, memerintah seorang raja bijaksana yang memiliki putri cantik bernama Siti Fatimah.

Berikut ini informasi lain mengenai Sumatera Selatan:

Secara topografi, wilayah Provinsi Sumatera Selatan di pantai Timur tanahnya terdiri dari rawa-rawa dan payau yang dipengaruhi oleh pasang surut. Vegetasinya berupa tumbuhan palmase dan kayu rawa (bakau). Sedikit makin ke barat merupakan dataran rendah yang luas. Lebih masuk kedalam wilayahnya semakin bergunung-gunung. Disana terdapat bukti barisan yang membelah Sumatera Selatan dan merupakan daerah pegunungan dengan ketinggian 900 - 1.200 meter dari permukaan laut. Bukit barisan terdiri atas puncak Gunung Seminung (1.964 m), Gunung Dempo (3.159 m), Gunung Patah (1.107 m) dan Gunung Bengkuk (2.125m). Disebelah Barat Bukit Barisan merupakan lereng. Provinsi Sumatera Selatan mempunyai beberapa sungai besar. Kebanyakan sungai-sungai itu bermata air dari Bukit Barisan, kecuali Sungai Mesuji, Sungai Lalan dan Sungai Banyuasin. Sungai yang bermata air dari Bukit Barisan dan bermuara ke Selat Bangka adalah Sungai Musi, sedangkan Sungai Ogan, Sungai Komering, Sungai Lematang, Sungai Kelingi, Sunga Lakitan, Sungai Rupit dan Sungai Rawas merupakan anak Sungai Musi.

Provinsi Sumatera Selatan sejak berabad yang lalu dikenal juga dengan sebutan Bumi Sriwijaya; pada abad ke-7 hingga abad ke-12 Masehi wilayah ini merupakan pusat kerajaan Sriwijaya yang juga terkenal dengan kerajaan maritim terbesar dan terkuat di Nusantara. Gaung dan pengaruhnya bahkan sampai ke Madagaskar di Benua Afrika. Sejak abad ke-13 sampai abad ke-14, wilayah ini berada di bawah kekuasaan Majapahit. Selanjutnya wilayah ini pernah menjadi daerah tak bertuan dan bersarangnya bajak laut dari Mancanegara terutama dari negeri China. Pada awal abad ke-15 berdirilah Kesultanan Palembang yang berkuasa sampai datangnya Kolonialisme Barat, lalu disusul oleh Jepang. Ketika masih berjaya, kerajaan Sriwijaya juga menjadikan Palembang sebagai Kota Kerajaan. Menurut Prasasti Kedukan Bukit yang ditemukan pada 1926 menyebutkan, pemukiman yang bernama Sriwijaya itu didirikan pada tanggal 17 Juni 683 Masehi. Tanggal tersebut kemudian menjadi hari jadi Kota Palembang yang diperingati setiap tahunnya.

Hasil Alam

Hasil alam Sumatera Selatan diantaranya duku palembang, karet, kopi, lada, kelapa, cengkih, durian, kacang tanah, jagung, karet, da ncokelat. Pemanfatan potensi Sumber Daya Alam di Sumatera Selatan tersebut memiliki manfaat yang besar, jika dimanfaatkan dengan mengutamakan kelestarian ekosistem, baik ekosistem di daratan maupun di perairan. Hasil tambang yang telah habis, diharapkan dapat dilakukan penghijauan kembali, karna setiap Alam di Sumatera adalah berpotensi, jika mengutamakan kepentingan ekosistem.

Obyek Wisata

Obyek wisata Provinsi Sumatera Selatan Sungai Musi, Air Tejun Bedegung, Kawasan Dempore, Jembatan Ampera, Mesjid Agung Palembang, dan Candi Bumi Ayu.

Makanan dan Minuman

Makanan khas di Sumatera Selatan adalah pempek, martabak har, tekwan, kerupuk ikan tenggiri atau kerupuk palembang, burgo, model, lenggang, kemplang, lempok atau dodol durian, otak-otak, tempoyak, mie telor, kue delapan jam, dan kue maksuba. Untuk minumannya diantaranya minuman es kacang merah.

Pakaian Adat

Pakaian adat Sumatera Selatan, para lelakinya memakai pakaian lengan panjang dan celana panjang serta tutup kepala yang disebut tanjak. Kaum perempuanya memakai baju kurung dan kain songket. Beberapa perhiasan dipakai seperti kalung dan gelang serta sebuah mahkota di kepala.

Pahlawan

Pahlawan dari Provinsi Sumatera Selatan adalah Sultan Mahmud Badaruddin II, dan Ferdinand Lumban Tobing.

Rumah Adat

Rumah adat tradisional Sumatera Selatan adalah Rumah Limas, karena dari bentuk atapnya yang seperti limas.

Alat Musik dan Lagu

Alat Musik yang sering dimainkan di Sumatera Selatan adalah Gedumba/Marwas, Accordion, Terompet, Trombon, Simbal, Klarinet, Saksofon, Drum, dan Gong.

Sedangkan lagu yang populer di Sumatera Selatan yaitu Lagu Dek Sangke, Lagu Kambanglah Bungo, dan Lagu Kabile-bile.

Senjata Tradisional

Senjata Tradisional dari Sumatera Selatan yang terkenal adalah Siwar, Keris, dan Trisula.

Tarian Daerah

Tari Daerah Sumatera Selatan diantaranya Tari Putri Bekusek, Tari Gending Sriwijaya, Tari Tanggai, Tari Tenun Songket, Tari Rodat Cempaka, Tari Mejeng Besuko, dan Tari Madik (Nindai).

Referensi:


  1. Agni, Danu. 2013. Cerita Anak Seribu Pulau.Yogyakarta: Buku Pintar.
  2. Komandoko, Gamal. 2013. Koleksi Terbaik 100 plus Dongeng Rakyat Nusantara, PT.Buku Seru.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar