Ikan Sakti Sungai Janiah (Sungai Jernih)

Ikan Sakti Sungai Janiah (Sungai Jernih)
Kolam Ikan Sakti Sungai Janiah (Sungai Jernih) adalah sebuah obyek wisata yang terletak di Kabupaten Agam, Sumatra Barat. Sekitar 13 kilometer dari Bukittinggi arah ke Payakumbuh. Di dalam kolam tersebut banyak sekali ikan yang berukuran besar. Bahkan konon ada yang berukuran sebesar kerbau. Darimana asal ikan ini? Berikut ini salah satu versi dari legenda asal mula ikan sakti Sungai Janiah.

Sutan Pangaduan

Sutan Pangaduan
Menurut legenda, Ada seorang raja yang berkuasa di Kampung Dalam, Pariaman. Sang Raja memiliki tiga orang anak dari ibu yang berbeda yaitu Sutan Lembak Tuah, Sutan Pangaduan dan Puti Sari Makah. Ibu Sutan Lembak Tuah berasal dari kalangan biasa, ibu Sutan Pangaduan bernama Puti Andam Dewi yang merupakan keturunan bangsawan, sedangkan ibu Puti Sari Makah adalah seorang keturunan Arab. Jadi secara adat, Sutan Pangaduan adalah putra Mahkota yang sah karena ibunya, Puti Andam Dewi, masih keturunan bangsawan.

Legenda Puteri Runduk

Legenda Puteri Runduk
Alkisah, Raja Jayadana memerintah Kerajaan Barus Raya yang berpusat di Kota Guguk dan Kota Beriang dekat Kadai Gadang, Sumatera Barat sekarang. Kerajaan Barus Raya saat itu telah memeluk agama Islam dan tengah berada pada puncak kejayaannya. Pada masa jayanya, Kerajaan Barus Raya kaya dengan seni dan budaya.

Legenda Siamang Putih

Legenda Siamang Putih
Adalah Putri Julian, seorang putri cantik jelita yang kecantikannya tersiar hingga ke berbagai negeri. Ia adalah putri seorang juragan kapal bernama Nahkoda Baginda di Kampung Alai di pesisir utara Pantai Tiku, Sumatra Barat. Kakek putri Julian adalah Tuanku Raja Kecik yang memerintah di kerajaan Pagaruyung. Meski berparas cantik rupawan, namun hingga kini belum ada pemuda yang berani meminang Putri Julian.

Anggun Nan Tongga

Anggun Nan Tongga
Anggun Nan Tongga adalah seorang pemuda tampan dari Kampung Dalam, Pariaman. Ia memiliki gelar Magek Jabang. Ibundanya, Ganto Sani, meninggal dunia tidak lama setelah melahirkan Anggun Nan Tongga sementara ayahandanya pergi bertarak ke Gunung Ledang. Sejak kecil ia diasuh oleh saudara perempuan ibundanya yang bernama Suto Suri. Menurut cerita rakyat Sumatera Barat, Anggun Nan Tongga kemudian tumbuh menjadi seorang pemuda tampan dan cerdas. Ia mahir bela diri silat, berkuda, dan pandai mengaji Quran serta dalam ilmu agamanya. Semenjak kecil, Anggun Nan Tongga telah dijodohkan dengan Gondan Gondoriah. Ia adalah anak dari saudara laki-laki ibundanya.