Benda Ajaibnya Kucing

Alkisah hidup sebuah keluarga yang dikenal sebagai keluarga yang sabar, Pak Sabar dan Bu Sabar. Kehidupan mereka sangatlah miskin. Saking miskinnya mereka kerapkali sehari dua hari tidak makan karena tidak memiliki uang untuk membeli makanan. Namun demikian, mereka tidak mengeluh dan tetap sabar dalam menjalani kehidupan.

Paduan Nama yang Baik

Menurut orang Madura, jika suami dan istri memiliki paduan nama yang baik, maka mereka akan mendapatkan keberuntungan. Begitulah kepercayaan di Madura. Berikut ini cerita rakyat Jawa Timur mengenai sepasang suami istri Lasmudin dan Mukdima yang mendapatkan keberuntungan karena mereka memiliki paduan nama yang baik. Begini kisahnya:

Pak Mendong dan Mbok Mendong

Keluarga Pak Mendong sangatlah miskin. Saking miskinnya, mereka seringkali tidak memiliki uang untuk membeli makanan. Dipanggil Pak Mendong karena pekerjaannya sehari-hari adalah membuat tikar mendong. Dibantu istrinya, mereka membuat tikar untuk dijual ke kota. Mereka memiliki seorang anak yang masih kecil bernama Sumi. Badan anak itu kurus karena kurang makan. Pakaiannya compang-camping. Mereka tinggal di sebuah gubug kecil dengan halaman sempit.

Hai Hai Aku Sudah Tahu

Pada jaman dahulu hiduplah seorang kakek miskin bersama anak laki-lakinya yang masih kecil. Istrinya telah lama meninggal. Si kakek sedih memikirkan nasib anaknya yang masih kecil. Ia merasa bahwa hidupnya tidak akan lama lagi namun tidak memiliki apapun untuk diwariskan kepada anaknya selain ilmu yang berasal dari gurunya dulu.

Sandhekala

Menurut cerita rakyat Jawa Timur, pada saat hari mulai senja, Den Bagus Sandhekala akan berjalan-jalan. Den Bagus Sandhekala senang memakan kepala harimau atau kepala maling. Den Bagus Sandhekala juga senang memakan kepala anak yang suka bermain-main di luar rumah pada waktu senja tiba. Den Bagus adalah nama panggilan bagi orang muda yang dihormati, sedang Sandhekala sendiri berarti senjakala atau waktu hari senja.