Cerita Rakyat Sulawesi Selatan

Sulawesi Selatan berada di bagian selatan pulau Sulawesi. Provinsi Sulawesi Selatan berdiri pada tanggal 13 Desember 1960 berdasarkan UU No.47 Tahun 1960 dengan beribukota di kota Makassar dan memiliki semboyan Todo Poli yang memiliki arti Teguh Dalam Keyakinan. Sulawesi Selatan memiliki 21 kabupaten, 3 kotamadya, 304 kecamatan, 768 kelurahan, dan 2.187 desa.



Suku yang mendiami Provinsi Sulawesi Selatan yaitu Suku Makassar, Suku Bugis, Suku Mandar, Suku Toraja, Suku Duri, Suku Pattinjo, Suku Bone, Suku Moroangin, Suku Endekan, Suku Pattae, dan Suku Kajang/Konjo. Sedangkan bahasa yang digunakan masyarakat Sulawesi Selatan adalah Bahasa Makassar, Bahasa, Bugis, Bahasa Tae'Luwu, Bahasa Toraja, Bahasa Mandar, Bahasa Duri, Bahasa Konjo (Konjo Pesisir dan Konjo Pegunungan), dan Bahasa Patae.

Banyak cerita rakyat dari Provinsi Sulawesi Selatan:

Konon menurut legenda, dahulu kala di Tanah Toraja, Sulawesi Selatan, ada seorang anak petani bernama La Dana. Ia merupakan anak pintar dan cerdik. Walaupun begitu, masyarakat sekitar kurang begitu menyukainya, karena La Dana seringkali menggunakan kecerdikannya untuk memperdaya orang lain.

Berikut informasi lain mengenai Sulawesi Selatan:

Ada satu kebiasaan yang cukup dikenal di Sulawesi Selatan yaitu Mappalili. Mappalili (Bugis) atau Appalili (Makassar) berasal dari kata palili yang memiliki makna untuk menjaga tanaman padi dari sesuatu yang akan mengganggu atau menghancurkannya. Mappalili atau Appalili adalah ritual turun-temurun yang dipegang oleh masyarakat Sulawesi Selatan, masyarakat dari Kabupaten Pangkep terutama Mappalili adalah bagian dari budaya yang sudah diselenggarakan sejak beberapa tahun lalu. Mappalili adalah tanda untuk mulai menanam padi. Tujuannya adalah untuk daerah kosong yang akan ditanam, disalipuri (Bugis) atau dilebbu (Makassar) atau disimpan dari gangguan yang biasanya mengurangi produksi.

Hasil Alam

Hasil alam Sulawesi Selatan diantaranya avokad, cengkih, kapas, kelapa, lada, mangga, pala, kopi, jagung, udang, dan ikan tuna.

Makanan dan Minuman

Makanan khas di Sulawesi Selatan adalah Ikan Bakar Bumbu Makassar, Coto Makassar, dan Congro. Sedang minumannya adalah Es Pisang Hijau.

Pakaian Adat

Pakaian adat Sulawesi Selatan, para lelakinya memakai baju lengan panjang dan celana panjang yang ditambahi kain panjang yang disebut tope melingkari pinggang serta topi bella dada. Kaum perempuanya memakai baju bodo, tope, ikat pinggang serta hiasan yang menyerupai mahkota.

Pahlawan

Pahlawan dari Provinsi Sulawesi Selatan adalah Sultan Hasanuddin, Andi Abdullah Bau Massepe, Andi Mappanyukki, Andi Sultan Daeng Raja, La Maddukelleng, Andi Jemma, Opu Daeng Risaju, Pajonga Daeng Ngalle, Ranggong Daeng Romo, dan Syekh Yusuf Tajul Khalwati.

Rumah Adat

Rumah adat tradisional Sulawesi Selatan adalah Rumah Tongkonan yang merupakan rumah adat Suku Toraja.

Alat Musik dan Lagu

Alat Musik yang sering dimainkan di Sulawesi Selatan adalah Kecapi, Gendang, Suling, Alosu, Anak Becing, Basi-basi, dan Puwi-puwi.

Lagu yang terkenal diantaranya Lagu Ma Rencong, Lagu Pakarena, dan lagu Angin Mamiri.

Senjata Tradisional

Senjata Tradisional dari Sulawesi Selatan yang terkenal adalah Badik yang memiliki dua macam bentuk yaitu Badik dengan mata lurus dan Badik berlekuk seperti keris.

Tarian Daerah

Tari Daerah Sulawesi Selatan diantaranya Tari Pelangi, Tari Pabbakkan-Nalajina, Tari Paduppa Bosara, Tari Pattenung, Tari Pajoge, Tari Anak Masari, Tari Pakarena, Gantarang, Tari Kipas, Tari Bissu, Tari Bosara, Tari Ganrom Buloh, Tari Kalioso, Tari Kipas, Tari Pajaga, Tari Rappasak, Tari Salonreng, dan Tari Sitempa-tempa.

Referensi:

  1. Agni, Danu. 2013. Cerita Anak Seribu Pulau.Yogyakarta: Buku Pintar.
  2. Komandoko, Gamal. 2013. Koleksi Terbaik 100 plus Dongeng Rakyat Nusantara, PT.Buku Seru.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar