Cerita Rakyat Nusa Tenggara Barat

Provinsi Nusa Tenggara Barat berdiri pada tanggal 14 Agustus 1958 berdasarkan UU No.64 Tahun 1958 dengan beribukota di kota Mataram dan memiliki semboyan Beriman Dan Bersaing. Nusa Tenggara Barat memiliki 8 kabupaten, 2 kotamadya, 116 kecamatan, 136 kelurahan, dan 826 desa.



Suku yang mendiami Provinsi Nusa Tenggara Barat yaitu Suku Sasak, Suku Sumbawa, Suku Mbojo, Suku Bali, Suku Bima, dan keturunan Indo-Arya. Sedangkan bahasa yang digunakan masyarakat Nusa Tenggara Barat adalah Bahasa Sasak dan Bahasa Indonesia.

Banyak cerita rakyat dari Provinsi Nusa Tenggara Barat diantaranya:

Konon menurut cerita, pada jaman dahulu di daerah Padamara dekat Sungai Sawing, Nusa Tenggara Barat, hidup sepasang suami istri beserta kedua anaknya. Sang suami bernama Amaq Lembain sedang Sang istri bernama Inaq Lembain. Keluarga tersebut hidup dalam kemiskinan. Mata pencaharian mereka sehari-hari adalah sebagai buruh tani.

Berikut ini informasi lain mengenai Nusa Tenggara Barat:

Nusa Tenggara Barat terdiri dari Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa, memiliki luas wilayah 20.153,15 km2. Terletak antara 115° 46' - 119° 5' Bujur Timur dan 8° 10' - 9 °g 5' Lintang Selatan. Selong merupakan kota yang mempunyai ketinggian paling tinggi, yaitu 148 m dari permukaan laut, sementara Raba terendah dengan 13 m dari permukaan laut. Dari tujuh gunung yang ada di Pulau Lombok, Gunung Rinjani dan Gunung Sanggar merupakan gunung tertinggi dengan ketinggian 3.775 m dan 3.564 m, sedangkan Gunung Tambora merupakan gunung tertinggi di Sumbawa dengan ketinggian 2.851 m.

Hasil Alam

Hasil alam Nusa Tenggara Barat diantaranya bawang, kacang tanah, kapas kedelai, lada, jagung, ubi jalar, dan padi.

Makanan dan Minuman

Makanan khas di Nusa Tenggara Barat adalah Sepat, Singang, Plecing, Ayam Taliwang, Sate Bulayat, Plecing Kangkung, Sambal Beberuk, dan Gurame Asam Manis.

Pakaian Adat

Pakaian adat Nusa Tenggara Barat, para lelakinya memakai baju atau jas tutup lengan panjang serta mengenakan kain panjang berbentuk sarung. Kaum perempuanya memakai baju terusan panjang sampai ke bawah dan dihiasi dengan ikat pinggang, di kepala diberi perhiasan serupa mahkota kuning emas.

Rumah Adat

Rumah adat tradisional Nusa Tenggara Barat adalah Rumah adat Sasak yang atapnya melengkung seperti gunung dan berdiri tegak di atas empat tiang.

Alat Musik dan Lagu

Alat Musik yang sering dimainkan di Nusa Tenggara Barat adalah Serunai, Foi Mere, Keloko, dan Sasando. Sedangkan lagu yang terkenal diantaranya Lagu Orlen-orlen, Lagu Tutu Koda, Lagu Helele Uala de Teang, Lagu Primura, Lagu Rame-rame, Lagu Bolelebo, Lagu Haleleu Ala De Teang, Lagu Moree Orere, dan Lagu O Nana.

Senjata Tradisional

Senjata Tradisional dari Nusa Tenggara Barat yang terkenal diantaranya keris, cilla, sampari, dan sondi.


Tarian Daerah

Tari Daerah Nusa Tenggara Barat diantaranya Tari Barong Girang, Tari Mpaa Lenggo, Tari Gandrung, Tari Batunganga, Tari Cupak Gerantang, Tari Kayak Sando, Tari Mpau Sampari, dan Tari Rudat.

Referensi:

  1. Agni, Danu. 2013. Cerita Anak Seribu Pulau.Yogyakarta: Buku Pintar.
  2. Komandoko, Gamal. 2013. Koleksi Terbaik 100 plus Dongeng Rakyat Nusantara, PT.Buku Seru.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar