7 Cerita Dongeng Si Kancil Paling Populer untuk Anak

7 Cerita Dongeng Si Kancil Paling Populer untuk Anak
Berikut ini kumpulan dongeng Si Kancil yang cukup populer di Indonesia. Indonesia memiliki beraneka ragam dongeng binatang, salah satunya adalah dongeng Si Kancil. Cerita ini dikumpulkan dari berbagai sumber (lihat referensi). Jika terdapat cerita terbaru, akan segera ditambahkan. Semoga bermanfaat.

Pak Tani senantiasa menjaga kebunnya siang dan malam dari gangguan Si Kancil. Ia merasa sangat kesal karena kelakuan kancil yang sering kali merusak dan mencuri tanaman timun miliknya. Demi mencegah hewan cerdik itu menerobos masuk kembali, Pak Tani akhirnya memutuskan untuk membangun pagar yang cukup tinggi di sekeliling kebunnya.

Si Kancil memutuskan untuk beristirahat sejenak guna memulihkan tenaganya sebelum melanjutkan perjalanan. Setelah rasa lelahnya berkurang, ia bergegas menuju ke tengah hutan agar tidak tertangkap oleh Pak Tani. Namun, di tengah jalan ia terhalang oleh aliran sungai yang sangat lebar. Si Kancil pun berpikir keras mencari akal agar bisa menyeberangi sungai besar tersebut dengan selamat.

Kancil berusaha tetap tenang meski sejatinya rasa takut membayanginya. Ia terus memutar otak untuk menemukan cara mengelabui sang harimau yang sedang kelaparan. Akhirnya, Kancil berniat menggunakan muslihat yang sama seperti saat ia menipu buaya, yaitu memohon izin untuk mencari makanan terlebih dahulu hingga kenyang sebelum disantap.

Dengan bersusah payah, Anak Sapi berusaha mendorong batang pohon besar yang menindih Pak Buaya hingga akhirnya ia berhasil terbebas. Namun, bukannya berterima kasih, Pak Buaya justru secara tiba-tiba menggigit kaki Anak Sapi. Sontak Anak Sapi terkejut dan merasa sangat marah atas keputusannya menolong buaya yang ingkar janji tersebut.

Pada suatu hari yang cerah, Si Kancil sedang berjalan-jalan menyusuri hutan sebelum akhirnya memutuskan naik ke atas bukit untuk menikmati pemandangan. Setibanya di puncak, sambil membusungkan dada dengan penuh percaya diri, ia berteriak membanggakan kecerdasannya kepada seluruh penghuni hutan dan mengklaim bahwa tidak ada satu pun hewan yang mampu menandingi akal budinya.

Si Ayam Merak hadir dengan membentangkan ekor besarnya yang memancarkan warna-warni nan indah. Kedatangan burung merak tersebut membuat Si Kancil merasa kurang senang, terlebih warga hutan memang mengenalnya sebagai sosok yang sangat sombong karena gemar memamerkan keindahan ekornya kepada hewan-hewan lain.

Langkah Si Kancil terhenti ketika sampai di sebuah kubangan lumpur dan melihat seekor kerbau sedang asyik mandi di sana. Teriknya cuaca siang itu memang membuat kerbau sangat menikmati momen berkubang. Kancil yang keheranan kemudian menyapa kerbau dan menanyakan alasannya berendam di lumpur hingga membuat seluruh tubuhnya menjadi kotor.

Belum ada penjelasan kuat dan meyakinkan tentang pengaruh Dongeng Si Kancil terhadap pembentukan karakter orang Indonesia.

Sebagai sejarah mentalitas, dongeng—dalam hal ini dongeng Si Kancil—dapat merupakan wujud penghayatan, renungan, ingatan, pikiran, gagasan, pandangan kritis, dan pandangan alternatif atas realitas kehidupan masyarakat Indonesia yang terwakilkan dalam sosok diri Si Kancil.

Referensi:
  1. Purnomo, S.Pd, Hadi. 2013. Kumpulan Cerita Rakyat. Yogyakarta: Tugu Publisher.
  2. Sukmawan. Sony. Representasi Budaya Jawa Dalam Dongeng Si Kancil (Sebuah Kajian budaya).