Cerita Rakyat Sulawesi Tenggara

Provinsi Sulawesi Tenggara terletak di bagian tenggara pulau Sulawesi, berdiri pada tanggal 22 September 1964 berdasarkan UU No.13/1964 dengan beribukota di kota Kendari dengan semboyan Bolimo Karo Somanamo Lipu yang artinya Mengutamakan Kepentingan Negeri Daripada Kepentingan Sendiri. Sulawesi Tenggara memiliki 10 kabupaten, 2 kotamadya, 204 kecamatan, 345 kelurahan, dan 1.626 desa.



Suku yang mendiami Provinsi Sulawesi Tenggara yaitu Suku Tolaki, Suku Buton, dan Duku Muna. Sisanya merupakan pendatang yaitu Suku Bugis, Suku Kalisoso, Suku Toraja, Suku Moronene, Suku Walio, dan Suku Wowonii. Sedangkan bahasa yang digunakan masyarakat Sulawesi Tenggara adalah Bahasa Muna Butung, dan Bunkulaki.

Banyak cerita daerah dari Provinsi Sulawesi Tenggara diantaranya:

Dahulu kala, di daerah Sulawesi Tenggara hidup seorang anak yatim bernama La Moelu. Ibunya meninggal saat ia masih bayi. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, ia memancing ikan di sungai dekat rumahnya sementara ayahnya sudah tua jadi tidak mampu untuk bekerja lagi.

Alkisah, seekor burung garuda raksasa tiba-tiba datang ke negeri Sorume (sekarang bernama Kolaka, Sulawesi Tenggara). Si Burung membuat kacau seisi negeri. Setiap hari garuda raksasa tersebut mencuri hewan ternak untuk dimangsa. Para penduduk merasa kuatir, jika hal ini dibiarkan lambat-laun hewan ternak mereka akan habis bahkan mungkin garuda raksasa tersebut suatu saat akan memangsa manusia.

Menceritakan hubungan pertemanan antara kera, ayam dan kepiting. Kera memiliki sifat selalu usil terhadap ayam, sehingga ayam dan kepiting bersekongkol untuk memberi pelajaran pada kera. Dikisahkan di suatu daerah hiduplah seekor kera yang berteman dengan seekor ayam. Namun sayang, kera memilik sifat buruk seringkali menjahili ayam.

Berikut ini informasi lain mengenai Sulawesi Tenggara:

Provinsi Sulawesi Tenggara memiliki perairan (laut) yang sangat luas. Luas perairan Sulawesi Tenggara diperkirakan mencapai 110.000 km². Perairan tersebut, sangat potensial untuk pengembangan usaha perikanan dan pengembangan wisata bahari, karena disamping memiliki bermacam-macam jenis ikan dan berbagai varietas biota, juga memiliki panorama laut yang sangat indah. Berbagai spesies ikan yang banyak ditangkap nelayan dari perairan laut Sulawesi Tenggara adalah: Cakalang, Teri, Layang, Kembung, Udang dan masih banyak lagi jenis ikan yang lain. Di samping ikan, juga terdapat hasil laut lainnya seperti: Teripang, Agar-agar, JapingJaping (kerang mutiara), Kerang Lola (Trochus niloticus), Mutiara dan sebagainya. Sulawesi Tenggara merupakan daerah wisata bahari. Di sebelah Tenggara terdapat Taman Nasional Wakatobi yang memiliki potensi sumberdaya alam laut yang bernilai tinggi baik jenis dan keunikannya, dengan panorama bawah laut yang menakjubkan. Taman nasional ini memiliki 25 buah gugusan terumbu karang dengan keliling pantai dari pulau-pulau karang sepanjang 600 km. Lebih dari 112 jenis karang dari 13 famili diantaranya Acropora formosa, A. hyacinthus, Psammocora profundasafla, Pavona cactus, Leptoseris yabei, Fungia molucensis, Lobophyllia robusta, Merulina ampliata, Platygyra versifora, Euphyllia glabrescens, Tubastraea frondes, Stylophora pistillata, Sarcophyton throchelliophorum, dan Sinularia spp.

Provinsi Sulawesi Tenggara memiliki beberapa sungai yang melintasi hampir seluruh kabupaten/kota. Sungai-sungai tersebut pada umumnya potensial untuk dijadikan sebagai sumber energi, untuk kebutuhan industri, rumah tangga dan irigasi. Daerah aliran sungai, seperti Daerah Aliran Sungai (DAS) Konaweha, melintasi Kabupaten Kolaka, dan Konawe. DAS tersebut seluas 7.150,68 km² dengan debit air rata-rata 200 m³/ detik. Bendungan Wawotobi yang menampung aliran sungai tersebut, mampu mengairi persawahan di daerah Konawe seluas 18.000 ha. Selain itu, masih dapat dijumpai banyak aliran sungai di Provinsi Sulawesi Tenggara dengan debit air yang besar sehingga berpotensi untuk pembangunan dan pengembangan irigasi seperti: Sungai Lasolo di Kabupaten Konawe, Sungai Roraya di Kabupaten Bombana (Kecamatan Rumbia, dan Poleang), Sungai Wandasa dan Sungai Kabangka Balano di Kabupaten Muna, Sungai Laeya di Kabupaten Kolaka, dan Sungai Sampolawa di Kabupaten Buton.

Peta topografi menunjukkan bahwa Sulawesi Tenggara umumnya memiliki permukaan tanah yang bergunung, bergelombang berbukit-bukit. Diantara gunung dan bukit-bukit, terbentang dataran-dataran yang merupakan daerah potensial untuk pengembangan sektor pertanian. Permukaan tanah pegunungan seluas 1.868.860 ha telah digunakan untuk usaha. Tanah ini sebagian besar berada pada ketinggian 100-500 meter di atas permukaan laut dan pada kemiringan tanah yang mencapai 40 derajat.

Hasil Alam

Hasil alam Sulawesi Tenggara diantaranya kayu, jati, kopra, kakao, jambu mete, rotan, cengkih, cokelat, kapas, kelapa, lada, pala, jagung, kopi, dan udang.

Obyek Wisata

Obyek wisata Provinsi Sulawesi Tenggara diantaranya Kasulana Tombi, Masigi Ogena, Kampua, Taman Nasional Wakatobi, Istana Malige, Pulau Liombiwutongkidi, Taman Hutan Raya Murhum, Air Terjun Moramo, Benteng Keraton Buton, Aduan Kuda, Atraksi Perahu Naga, Pantai Nirwana, Pantai Lakeba, Gua Moko, Gua Laksasa, Pantai Kamali, Wantiro, Hutan Tirta Rimba, Batu Poaro, Gua Kaisabu, lagawuna, Air Terjun Samparona, Hutan lambusango, Suaka Margasatwa Buton Utara, Cagar Alam Wakonti, Prmandian Bungi, Kali Baubau, Kolagana, Sulaa, Wsata Bawah Laut Basilika, Baubau Letter, Sungai Tamborasi, Goa Kobori, Danau Napabale, Air Terjun Bertingkat-tingkat Kaburaburana, Pantai Batu Gong, pantai Toronipa, Permandian Cekdam, Pantai Nambo, Pulau Sagori, dan Goa Batu Buri.

Makanan dan Minuman

Makanan khas di Sulawesi Tenggara adalah Soami, Bau Paepi, Luluta, Sate Tabulisan, Gulegule, Sasuru, ikan panggang, pisang epe, Bagea, Sinonggi, dan Pokea.

Pakaian Adat

Pakaian adat Sulawesi Tenggara, para lelakinya memakai celana panjang dan baju jas tertutup. Kain melilit di pinggang dan kain ikat kepala. Kaum perempuanya memakai baju berlangan polos atau bermotif khas. Kain rok panjang dan ikat pinggang. Asesoris lain menghias di rambut dan kepala.

Pahlawan

Pahlawan dari Provinsi Sulawesi Tenggara adalah Pong Tiku.

Rumah Adat

Rumah adat tradisional Sulawesi Tenggara adalah Rumah Balige.

Alat Musik

Alat Musik yang sering dimainkan di Sulawesi Tenggara adalah Gamelan, Lado-lado, Gambus, Dole-dole, dan Garantung.

Senjata Tradisional

Senjata Tradisional dari Sulawesi Tenggara yang terkenal adalah Keris, Pedang, Lembing, Sumpit, dan Tombak.

Tarian Daerah

Tari Daerah Sulawesi Tenggara diantaranya Tari Wowindahako, Tari Molulo, Tari Dingu, Tari Galangi, Tari Balumpa, Tari Bosu, Tari Kalegoa, Tari Lantitiasi, Tari Linda, Tari Modinggu, Tari Lariangi, Tari Lumense, dan Tari Lulo Alu.


Referensi:

  1. Agni, Danu. 2013. Cerita Anak Seribu Pulau.Yogyakarta: Buku Pintar.
  2. Komandoko, Gamal. 2013. Koleksi Terbaik 100 plus Dongeng Rakyat Nusantara, PT.Buku Seru.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar