Kumpulan 9 Cerita Rakyat & Legenda Aceh Terpopuler

Kumpulan 9 Cerita Rakyat & Legenda Aceh Terpopuler
Halo, anak-anak! Berikut ini kumpulan cerita rakyat, dongeng, dan legenda yang hidup di tengah masyarakat Provinsi Aceh. Cerita-cerita ini dikumpulkan dari berbagai sumber (lihat referensi di bagian bawah). Kalau ada cerita baru, akan segera ditambahkan. Semoga bermanfaat dan selamat membaca!

Nah, cerita yang satu ini bermula dari sebuah gubuk kecil yang reyot. Di sana, hidup kakek dan nenek yang sangat miskin. Sang Kakek harus bekerja jadi buruh panggul di pasar setiap hari biar mereka bisa makan esok hari. Meski hidup susah dan sampai usia senja belum juga dikaruniai anak, mereka nggak pernah putus asa. Tiap malam, doa mereka selalu mengangkasa, meminta agar Tuhan menitipkan seorang anak untuk meramaikan gubuk mereka.

Konon di Pulau Simeulue pada zaman dahulu, ada sebuah kerajaan besar. Rajanya punya seorang putra bernama Pangeran Rohib. Karena anak semata wayang, sang Raja sayang sekali pada putranya itu. Apa pun yang Pangeran Rohib mau pasti dituruti, sampai-sampai ia tumbuh menjadi anak yang sangat dimanja oleh ayah dan ibunya. Kira-kira, apa yang akan terjadi kalau seorang calon penerus raja terlalu dimanja?

Tak jauh dari aliran Krueng (Sungai) Peusangan, tinggallah seorang pemuda tampan bernama Ahmad Rhang Manyang bersama ibunya yang sudah tua renta. Sejak ayahnya meninggal dunia, Ahmad rela kerja keras jadi buruh tani supaya kebutuhan sehari-hari ibunya terpenuhi. Nggak cuma rajin kerja, Ahmad ini juga pemuda yang sangat taat beribadah dan amat menyayangi ibunya.

Pada zaman dahulu, ada sebuah kerajaan makmur bernama Negeri Alas. Rajanya sangat adil dan bijaksana, tapi sayangnya, istana itu terasa sepi. Raja dan Permaisuri diam-diam selalu sedih karena belum juga punya anak yang kelak akan meneruskan takhta. Meski sudah bertahun-tahun menunggu, Raja dan Permaisuri tidak pernah putus asa. Siang dan malam mereka terus berdoa agar Tuhan mengirimkan seorang pangeran kecil ke kerajaan mereka.

Coba bayangkan betapa ramainya rumah yang satu ini! Di sebuah kampung di Aceh, ada sepasang suami istri yang dikaruniai tujuh anak laki-laki. Si abang sulung umurnya sepuluh tahun, dan si adik bungsu masih balita umur dua tahun. Bapak dan ibu mereka adalah petani sayur yang rajin. Setiap hari, hasil panen mereka jual ke pasar, lalu sisanya dibawa pulang untuk dimasak dan dimakan beramai-ramai. Hidup mereka benar-benar rukun dan penuh tawa.

Di balik tenangnya sebuah desa kecil, hiduplah Mak Intan bersama anak laki-lakinya, Amat. Mak Intan adalah janda miskin yang sangat tangguh. Sehari-hari, mereka cuma mengandalkan sayuran dari kebun mungil di belakang rumah. Demi membesarkan anaknya, Mak Intan rela banting tulang dari pagi buta sampai malam hari. Untungnya, Amat anak yang berbakti dan selalu rajin membantu ibunya.

Alkisah, ada dua orang gadis bersaudara yang cantiknya bukan main di sebuah desa, namanya Cut Caya dan Cut Cani. Ayah mereka, Pak Ali, adalah seorang petani yang sangat bijaksana. Tapi anehnya, biarpun mereka lahir dari ayah dan ibu yang sama, sifat dua gadis ini ibarat bumi dan langit. Wah, kira-kira siapa ya di antara mereka berdua yang kelakuannya paling baik budi?

Di sebuah desa kecil di pinggir laut Aceh, kenalkan, ada kakek nelayan bernama Pak Mat. Meski rambutnya sudah memutih dan tenaganya tak sekuat dulu, Pak Mat pantang malas-malasan. Tiap hari, dia tetap mendayung perahunya ke tengah laut mencari ikan untuk memberi makan keluarganya. Biarpun hidupnya sederhana, dari bibir Pak Mat selalu keluar rasa syukur atas rezeki apa pun yang ia dapatkan hari itu.

Zaman dahulu kala di Aceh, ada seorang pemuda tangguh bernama Banta Beuransah. Dia memang cuma anak seorang petani yang hidup serba pas-pasan, tapi otaknya encer dan nyalinya besar. Hebatnya lagi, Banta ini hatinya sangat baik. Meskipun hidupnya susah, dia nggak pernah sekalipun mengeluh. Malahan, dia selalu jadi orang pertama yang maju kalau ada orang lain yang lagi butuh bantuan.

Referensi:
Damayanti, Astri. 2014. Dongeng Klasik 5 Benua. Jakarta: Penerbit Bestari Buana Murni.