Cerita Rakyat Riau

By C. Buddingh - Tocht door Nederlands Indie, Public Domain, https://commons.wikimedia.org/w/index.php?curid=17053219

Provinsi berada di pulau Sumatra. Provinsi Riau berdiri pada tanggal 25 Juli 1958 berdasarkan UU No.61/1958 dengan beribukota di kota Pekanbaru dan memiliki semboyan Bumi Bertuah Negeri Beradat. Riau memiliki 10 kabupaten, 2 kotamadya, 154 kecamatan, 203 kelurahan, dan 1.426 desa.

Suku yang mendiami Provinsi Riau yaitu Melayu, Minangkabau, Batak Mandailing, Tionghoa, Jawa, Sunda, Bugis, Makassar, Banjar, Sakai, Talang Mamak, Suku Laut, Kualam Bonai, Akit, Anak Rimba, Melayu Tua. Sedangkan bahasa yang digunakan masyarakat Riau adalah Bahasa Melayu, Bahasa Indonesia, Minang, Jawa, Batak, dan Bahasa Hokkien.

Senjata Tradisional dari Riau yang terkenal adalah Pedang Jenawi, Badik Tumbuk Lada, dan Kelewang.



Banyak cerita rakyat dari Provinsi Riau diantaranya:

Tidak tahan hidup didera kemiskinan, Si Lancang ingin pergi merantau untuk memperbaiki hidup. Akhirnya di suatu hari Ia meminta ijin pada ibu juga pada guru ngajinya untuk pergi merantau. Ibunya akhirnya memberi restu . Ibunya berpesan agar di rantau orang kelak ia selalu ingat terhadap ibunya juga kampung halamannya. “Janganlah engkau menjadi seorang anak durhaka. Jangan lupakan ibu dan kampung halamanmu Nak.” pesan ibunya.

Referensi:

  1. Agni, Danu. 2013. Cerita Anak Seribu Pulau.Yogyakarta: Buku Pintar.
  2. Komandoko, Gamal. 2013. Koleksi Terbaik 100 plus Dongeng Rakyat Nusantara, PT.Buku Seru.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar