Cerita Rakyat Kalimantan Timur

Provinsi Kalimantan Timur terletak di bagian timur pulau Kalimantan. Provinsi Kalimantan Timur berdiri pada tanggal 7 Desember 1956 berdasarkan UU No.25 Tahun 1956 dengan beribukota di kota Samarinda dan memiliki semboyan Ruhui Rahayu yang memiliki arti Keseimbangan sempurna di segala hal berkat ridho Tuhan. Kalimantan Timur memiliki 10 kabupaten, 4 kotamadya, 140 kecamatan, 215 kelurahan, dan 1.245 desa.




Suku yang mendiami Provinsi Kalimantan Timur yaitu Suku Dayak, Suku Kutai, Suku Melayu, Suku Madura, Suku Tionghoa, Suku Bugis, Suku Banjar, dan Suku Jawa. Sedangkan bahasa yang digunakan masyarakat Kalimantan Timur adalah Bahasa Banjar, Bahasa Bugis, Bahasa Tidung, Bahasa Berau, Bahasa Lundayeh, dan Bahasa Kutai.

Banyak cerita rakyat dri Provinsi Kalimantan Timur diantaranya:

Konon pada zaman dahulu ada sebuah kerajaan yang memiliki seorang putri bernama Putri Aji Bedarah Putih. Ia diberi nama demikian karena jika Sang Putri mengunyah daun sirih dan memakan sepahnya maka akan tampak jelas air sirih mengalir melalui kerongkongannya. Disamping itu, Putri Aji Bedarah Putih terkenal memiliki paras sangat cantik.

Berikut ini informasi lain mengenai Kalimantan Timur:

Menurut Hikayat Banjar, wilayah Kalimantan Timur (Pasir, Kutai, Berau, Karasikan) merupakan sebagian dari wilayah taklukan Kesultanan Banjar, bahkan sejak jaman Hindu. Dalam Hikayat Banjar menyebutkan bahwa pada paruh pertama abad ke-17 Sultan Makassar meminjam tanah sebagai tempat berdagang meliputi wilayah timur dan tenggara Kalimantan kepada Sultan Mustain Billah dari Banjar pada waktu Kiai Martasura diutus ke Makassar dan mengadakan perjanjian dengan I Mangngadaccinna Daeng I Ba’le’ Sultan Mahmud Karaeng Pattingalloang, yaitu Sultan Tallo yang menjabat mangkubumi bagi Sultan Malikussaid Raja Gowa tahun 1638-1654 yang akan menjadikan wilayah Kalimantan Timur sebagai tempat berdagang bagi Kesultanan Makassar (Gowa-Tallo), dengan demikian mulai berdatanganlah etnis asal Sulawesi Selatan. Sejak 13 Agustus 1787, Sultan Tahmidullah II dari Banjar menyerahkan Kalimantan Timur mejadi milik perusahaan VOC Belanda dan Kesultanan Banjar sendiri dengan wilayahnya yang tersisa menjadi daerah protektorat VOC Belanda.

Hasil Alam

Hasil alam Kalimantan Timur diantaranya kayu, avokad, cengkih, cokelat, durian, kelapa, kelapa sawit, kentang, lada, tebu, dan karet. Masalah sumber daya alam di sini terutama adalah penebangan hutan ilegal yang memusnahkan hutan hujan, selain itu Taman Nasional Kutai yang berada di Kabupaten Kutai Timur ini juga dirambah hutannya. Kurang dari setengah hutan hujan yang masih tersisa, seperti Taman Nasional Kayan Mentarang di bagian utara provinsi ini. Pemerintah lokal masih berusaha untuk menghentikan kebiasaan yang merusak ini.

Makanan dan Minuman

Makanan khas di Kalimantan Timur adalah Botok Daun Mengkudu, Bukang-bukang, Gangan Asam patin, Gangan Rojak Cabe, Gangan Sayur Pisang, Gence Ruan, Jalo, Kelubutan Bella Keat, Kamun, Karubud Salab, Kepiting Masak Santan, Nasi Lalap Tarakan, Pengat Tirom, Sambal Goreng Gamik Kina, Sop Bola-bola jagung, dan Tumis Balelo. Sedangkan untuk kue-kue diantaranya Kue Dadar Gulung, Klepon, Amparan Tatak Pisang, Martabak Terang Bulan, Bubur Biji Delima, Sagon, Putu Mayang, Roti Besumap, Apam Balembar, Apam Habang, Lempong Sagu, Lempeng ubi, Lo Ulung, dan Madu Kasirat.

Pakaian Adat

Pakaian adat Kalimantan Timur, para lelakinya memakai baju rompi dan celana pendek yang bagian luarnya dililit kain dengan motif khas suku Dayak. Kaum perempuanya memakai baju kain khas bermotif tanpa lengan, celana rok berumbai dan bagian depan bersulam dengan motif khas suku Dayak. Kedua pakaian adat tersebut ditambah semacam topi khas yang dihiasi bulu burung Enggang.

Rumah Adat

Rumah adat tradisional Kalimantan Timur adalah Rumah Lamin yang bentuknya hampir sama dengan Rumah Betang.

Alat Musik dan Lagu

Alat Musik yang sering dimainkan di Kalimantan Timur adalah Sampek, Gardek, dan Kledi.

Lagu yang terkenal diantaranya Lagu Merahit, Lagu Sabar'ai sabar'ai, Lagu Rambai Manguning, Lagu Ading Manis, Lagu Indung-indung, Lagu Basar Niat, Lagu Balarut di Sungai Mahakam, Lagu Leleng, Lagu Merutuh, Lagu Burung Enggang, Lagu Anjat Manik, Lagu Bebilin, Lagu Andang Sigurandang, Lagu Ayen Sae, Lagu Bedone, Lagu Sorangan, Lagu Lamin Talunsur, Lagu Buah Bolok, Lagu Sungai Kandilo, Lagu Berampukan, dan Lagu Undur Hudang.

Senjata Tradisional

Senjata Tradisional dari Kalimantan Timur yang terkenal adalah Mandau, Gayang, Keris Buritkang, Sumpit-Potaatn, Perisai-keleubet, Tombak-belokong, Bujak, dan Beliung.

Tarian Daerah

Tari Daerah Kalimantan Timur diantaranya Tari Bedewa, Tari Iluk Bebalon, Tari Besyitan, Tari Kedandiu, Tari Gantar, Tari Ngeleway, Tari Ngerangkaw, Tari Kencet, Tari Datun, Tari Hudoq, Tari Kejien, Tari Jepin Ujang Bentawol, Tari Kanjar, Tari Papatai, Tari Kancet Lasan, Tari Leleng, Tari Serumpai, Tari Belian Bawo, dan Tari Kuyang.

Referensi:
  1. Agni, Danu. 2013. Cerita Anak Seribu Pulau.Yogyakarta: Buku Pintar.
  2. Komandoko, Gamal. 2013. Koleksi Terbaik 100 plus Dongeng Rakyat Nusantara, PT.Buku Seru.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar