Asal Usul Danau Lipan, Cerita Kalimantan Timur


Berikut cerita rakyat daerah Kalimantan Timur mengenai asal usul Danau Lipan. Danau Lipan adalah sebuah padang luas ditumbuhi semak perdu yang terdapat di kecamatan Muara Kaman, Tenggarong ibu kota Kabupaten Kutai Kartanegara di Propinsi Kalimantan Timur. Daerah tersebut diberi nama Danau Lipan karena pada zaman dahulu pernah menjadi sebuah tempat yang dipenuhi binatang lipan besar.


Konon pada zaman dahulu ada sebuah kerajaan yang memiliki seorang putri bernama Putri Aji Bedarah Putih. Ia diberi nama demikian karena jika Sang Putri mengunyah daun sirih dan memakan sepahnya maka akan tampak jelas air sirih mengalir melalui kerongkongannya. Disamping itu, Putri Aji Bedarah Putih terkenal memiliki paras sangat cantik.

Raja Cina Ingin Melamar Putri Aji Bedarah Putih

Kabar kecantikan Putri Aji Bedarah Putih tersiar hingga ke kerajaan lain. Seorang Raja dari China mendengar kecantikannya, ia pun berminat meminang Sang Putri. Sang Raja mengirimkan utusan untuk menyampaikan niatnya meminang Putri Aji Bedarah Putih. Tidak lama kemudian Raja China pun datang untuk meminang Putri Aji Bedarah Putih.

Mengetahui dirinya akan dilamar oleh Raja China, Putri Aji kemudian berencana untuk menguji Raja China. Sebelum Raja China menyampaikan maksudnya untuk meminang Sang Putri, pihak istana menjamu rombongan Raja China dengan cara makan bersama. Pada saat makan bersama itulah terlihat sifat asli Raja China yang jorok. Ternyata Raja China tidak makan menggunakan kedua tangannya tetapi langsung makan menggunakan mulut seperti halnya anjing.

Sifat Raja yang jorok membuat Sang Putri merasa tidak dihormati. Padahal pada saat makan bersama, Raja China duduk disampingnya. Seusai acara jamuan makan, Raja China menyampaikan maksudnya namun Putri Bedarah Putih dengan tegas menolak lamaran Raja China.

"Duhai Putri rupawan, maukah kiranya engkau menjadi istriku?" tanya Raja China pada Sang Putri.

"Mohon maaf, hamba tidak bersedia Paduka. Masih banyak gadis lain yang lebih cantik dari hamba." Sang Putri menolak.

"Apa! Kau berani menolak lamaranku? Berani sekali engkau menghinaku! Aku adalah seorang raja yang memiliki kekuasaan besar. Pasukanku banyak." Raja China marah besar.

Penolakan tersebut dianggap sebagai sebuah penghinaan besar oleh Raja China. Ia kemudian menyatakan perang kepada kerajaan Putri Aji Bedarah Putih. Akhirnya, Raja China mengirimkan pasukan besar dari China untuk menyerang kerajaan Putri Aji Bedarah Putih. Perang yang tidak seimbang pun terjadi. Ribuan pasukan China berperang melawan pasukan kerajaan Putri Aji Bedarah Putih yang berjumlah sedikit.

Putri Aji merasa marah karena perang yang tidak seimbang ini. Ia kemudian mengunyah sirih seraya bersumpah bahwa sepah dari sirih tersebut akan menjadi lipan-lipan besar yang akan menghancurkan Raja China beserta pasukannya.

Asal Usul Danau Lipan Karena Sumpah Putri Aji

"Ya Tuhan jadikanlah sepah-sepah sirihku ini menjadi lipan-lipan besar yang akan menghancurkan pasukan Raja China." Putri Aji bersumpah.

Setelah bersumpah, Putri Aji kemudian menyemburkan sepah-sepah tersebut ke arah medan perang yang tengah berkecamuk. Dan keanehan pun terjadi, sepah-sepah daun sirih tersebut berubah menjadi lipan-lipan besar sangat mengerikan. Dalam waktu singkat pasukan Raja China dibuat kocar-kacir oleh serangan lipan-lipan raksasa. Raja China berikut pasukannya pun musnah dengan cara sangat mengenaskan. Dengan demikian, kerajaan Putri Aji Bedarah Putih berhasil memenangkan peperangan tersebut. Daerah bekas peperangan tersebut kemudian diberi nama Danau Lipan.

Referensi:

  1. Agni, Danu. 2013. Cerita Anak Seribu Pulau.Yogyakarta: Buku Pintar.
  2. Komandoko, Gamal. 2013. Koleksi Terbaik 100 plus Dongeng Rakyat Nusantara, PT.Buku Seru.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar