Cerita Rakyat Sulawesi Tengah

Sulawesi Tengah berada di bagian tengah pulau Sulawesi, berbatasan dengan Provinsi Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat, dan Provinsi Gorontalo. Provinsi Sulawesi Tengah berdiri pada tanggal 23 September 1964 berdasarkan UU No.13 Tahun 1964 dengan beribukota di kota Palu dan memiliki semboyan Maliu Ntinuvu' yang memiliki arti Mempersatukan Semua Unsur Dan Potensi Yang Ada. Sulawesi Tengah memiliki 10 kabupaten, 1 kotamadya, 149 kecamatan, 147 kelurahan, dan 1.593 desa.



Suku yang mendiami Provinsi Sulawesi Tengah yaitu Suku Kaili, Suku Kulawi, Suku Lore, Suku Pamona, Suku Mori, Suku Bungku, Suku Saluan atau Loinang, Suku Balantak, Suku Mamasa, Suku Taa, Suku Bere'e, Suku Banggai, Suku Buol, Suku toli-Toli, Suku Tomini, Suku Dampal, Suku Dondo, Suku Pendau, Suku Dampelas, Suku Da'a, Suku Wana, Suku Sease, Suku Ta', Suku Daya. Sedangkan pendatang diantaranya Suku Jawa, Suku Bali, Suku NTB, Suku NTT, Suku Bugis, Suku Makassar, dan Suku Toraja. Sedangkan bahasa yang digunakan masyarakat Sulawesi Tengah adalah Bahasa Kaili, Bahasa Makassar, Bahasa Bugis, Bahasa Toraja, dan bahasa lainnya.

Banyak cerita rakyat dari Provinsi Sulawesi Tengah diantaranya:

Konon, dahulu kala di daerah Sulawesi, hidup sepasang suami istri dengan tiga orang anak. Dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari, mereka mencari nafkah dengan mencari ikan di laut. Mereka juga menanam sayuran di ladang. Sebelum ayahnya pergi ke ladang, biasa mereka sarapan pagi bersama.

Alkisah pada jaman dahulu, Raja Sigi tertarik dengan kecantikan seorang gadis yang tinggal di desa Bulili. Raja Sigi kemudian menikahinya. Setelah menikah, Raja Sigi kemudian tinggal selama beberapa hari di desa Bulili. Tak lama kemudian, Raja berpamitan pergi karena harus mengurus kerajaannya, sementara istrinya yang tengah mengandung ditinggalnya di desa Bulili.

Berikut ini informasi lain mengenai Sulawesi Tengah:

Sulawesi tengah memiliki beberapa kawasan konservasi seperti suaka alam, suaka margasatwa dan hutan lindung yang memiliki keunikan flora  dan fauna unik sekaligus menjadi obyek penelitian bagi para ilmuwan dan naruralis. Ibukota Sulawesi Tengah adalah palu. Kota ini terletak di teluk palu dan berbagai dua oleh sungai palu yang membujur dari lembah palu dan bermuara di laut.

Hasil Alam

Hasil alam Sulawesi Tengah diantaranya kopra, kopi, roan, kopel kayu hitam, kayu badar, jagung kelapa, minyak kayu putih, kakao, padi, cengkih, dan ubi kayu.

Makanan dan Minuman

Makanan khas di Sulawesi Tengah adalah Kaledo, Sop Tulang Sum-sum, Masakan dari Sugili/Belut, Burasa, Gore-gore, Uta Dada, Batu Tunu, Uta Kelo, Nasi Kuning, Sayur Kelor, Ayam Bakar Biromaru, dan Pisang Molen. Sedangkan untuk minumannya yaitu Es Kelapa dan Kelapa Kopyor.

Pakaian Adat

Pakaian adat Sulawesi Tengah, para lelakinya memakai Buya atau sarung seperti model eropa hingga sepanjang pinggang dan keraba semacam blus yang dilengkapidengan benang emas. Kaum perempuanya memakai baju yang disebut patimah lola. Kepala dan dahi diberi hiasan berupa dadasa atau pending.

Rumah Adat

Rumah adat tradisional Sulawesi Tengah adalah Rumah Souraja atau rumah besar untuk kediaman tidak resmi raja dan keluarga.

Alat Musik dan Lagu

Alat Musik yang sering dimainkan di Sulawesi Tengah adalah Ganda, Gendang, Kere-Kere Gelang, Keso-Keso, Lembang, dan Popondi.

Lagu yang terkenal diantaranya Lagu Hulandalo, Lagu Lipuu, Lagu Ambikoko, lagu Mayi Delungga, Lagu Mokarawo, Lagu Tobualalo Lo Limuto , Lagu Binde Biluhuta, Lagu Tananggu Kaili, Lagu Tondok Kadadingku, Lagu Rano Poso, Lagu Wita Mori, dan Lagu Tope Gugu.

Senjata Tradisional

Senjata Tradisional dari Sulawesi Tengah yang terkenal adalah Pasatimpo, Tombak Kanjae/Surampa, Sumpit, dan Parang.

Tarian Daerah

Tari Daerah Sulawesi Tengah diantaranya Tari Dero, Tari Pontanu, Tari Pamonte, Tari Baliore, Tari Jepeng, Tari Motaro, Tari Pepoinaya, Tari Posinani, Tari Peule Cinde, Tari Cingke, Tari Kalanda, dan Tari Mamosa.

Referensi:

  1. Agni, Danu. 2013. Cerita Anak Seribu Pulau.Yogyakarta: Buku Pintar.
  2. Komandoko, Gamal. 2013. Koleksi Terbaik 100 plus Dongeng Rakyat Nusantara, PT.Buku Seru.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar