Cerita Rakyat Kalimantan Barat

Provinsi Kalimantan Barat berdiri pada tanggal 7 Desember 1956 berdasarkan UU No.25 Tahun 1956 dengan beribukota di kota Pontianak dan memiliki semboyan Akcaya yang memiliki arti Tak Kunjung Binasa. Kalimantan Barat memiliki 12 kabupaten, 2 kotamadya, 175 kecamatan, 89 kelurahan, dan 1.869 desa.



Suku yang mendiami Provinsi Kalimantan Barat yaitu Suku Dayak yang terdiri dari Suku Iban, Suku Bidayuh, Suku Seberuang, Suku Mualang, Suku Kanayatan, Suku Mali, Suku Desa, Suku Hovongan, Suku Uheng Kareho, Suku Babak, Suku Badat, Suku Galik, Suku Gun,, Suku Jangkang, Suku Kalis, Suku Kayan, Suku Kayaan Mendalam, Suku Kede, Suku Keramabai, Suku Klemantan, Suku Pos, Suku Punti/Pontetn, Suku Randuk, Suku Ribun dan banyak lagi. Disamping itu ada pula suku-suku pendatang seperti suku Bugis, Jawa, Madura, melayu, Sunda, Batak, Minangkabau,dan Tiongkok. Sedangkan bahasa yang digunakan masyarakat Kalimantan Barat adalah Bahasa Dayak yang memiliki 188 dialek. Disamping itu ada juga Bahasa Tiongkok seperti Tiochiu dan Khek/Hakka. Ada pula Bahasa suku lain seperti melayu Sambas, dan Melayu Pontianak.

Banyak cerita rakyat dari Provinsi Kalimantan Barat:

Menurut cerita rakyat, konon batu menangis mulanya adalah seorang wanita durhaka bernama Darmi. Menurut cerita, di suatu daerah terpencil di Kalimantan Barat, hidup seorang ibu tua bersama anak gadisnya yang cantik bernama Darmi. Semenjak suaminya meninggal, sang ibu terpaksa bekerja menjadi buruh sawah dengan upah harian kecil.

Suatu hari Tupai tidak menemukan temannya, ikan Gabus, di tempat mereka biasa bertemu. Akhirnya Tupai mengunjungi rumah Ikan Gabus. Tupai akhirnya mendapati bahwa ternyata ikan Gabus tengah sakit keras. Badan ikan Gabus terlihat lemah karena sudah lama tak mau makan. Ia kehilangan nafsu makan. Tupai membujuk temannya agar mau makan, tapi Ikan Gabus tidak berselera makan.

Referensi:
  1. Agni, Danu. 2013. Cerita Anak Seribu Pulau.Yogyakarta: Buku Pintar.
  2. Komandoko, Gamal. 2013. Koleksi Terbaik 100 plus Dongeng Rakyat Nusantara, PT.Buku Seru.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar