Berikut ini kumpulan cerita rakyat, dongeng, dan legenda yang ada di tengah-tengah masyarakat Provinsi Sumatra Utara. Cerita dikumpulkan dari berbagai sumber (lihat referensi). Jika ada cerita terbaru, akan segera ditambahkan. Semoga bermanfaat.
Alkisah, dahulu kala di Sumatra Utara hiduplah seorang pemuda yatim piatu bernama Toba yang tinggal sebatang kara di sebuah lembah yang subur. Sehari-hari ia menghidupi dirinya dengan bertani dan mencari ikan di sungai terdekat untuk dikonsumsi maupun dijual ke pasar, hingga suatu hari ia menangkap seekor ikan ajaib yang membawa pada terbentuknya Danau Toba.
Tare Iluh dan Beru Sibou menjadi yatim piatu dan diasuh oleh bibi mereka setelah kedua orang tuanya meninggal dunia. Sebagai kakak, Tare Iluh merasa sangat sedih melihat penderitaan mereka dan berjanji suatu saat akan bekerja keras demi kehidupan yang lebih baik, yang kelak menjadi bagian dari kisah terciptanya pohon aren.
Konon berdasarkan pandangan masyarakat Sumatra Utara pada masa lampau, terdapat seekor burung merbuk yang sangat istimewa. Menurut kepercayaan setempat, barang siapa yang memakan kepala burung merbuk akan diangkat menjadi seorang raja, sementara yang memakan hatinya akan menjadi seorang menteri.
Kecantikan Sri Pandan telah terkenal di seantero negeri sehingga banyak pemuda berkeinginan untuk meminangnya. Namun, Raja Simangolong berharap agar Sri Pandan kelak dapat menikah dengan pangeran dari negeri lain demi menjalin hubungan persahabatan yang baik antar kerajaan.
Menurut legenda, dahulu kala di Sumatra Utara hiduplah seorang pematung handal bernama Datu Panggana yang dikenal karena karya patungnya yang sangat halus dan sangat mirip dengan aslinya, baik berupa hewan, tumbuhan, maupun manusia, sehingga namanya sangat terkenal dan banyak dipesan oleh penduduk.
Kecantikan Puteri Runduk berhasil memikat banyak raja dan saudagar dari berbagai negeri meskipun ia telah bersuami, mulai dari Raja dari daratan Cina, Raja Janggi dari Sudan, Afrika, hingga Raja Sanjaya dari Kerajaan Mataram yang bahkan berniat mengirimkan pasukan ke Kerajaan Barus Raya demi merebut hatinya.
Danau Si Losung dan Danau Si Pinggan yang terletak di Provinsi Sumatra Utara menyimpan sebuah cerita rakyat mengenai asal-usul terbentuknya kedua danau tersebut yang konon diakibatkan oleh perkelahian sengit antara dua orang kakak beradik bernama Datu Dalu dan adiknya, Sangmaima.
Di daerah Medan Deli sekitar abad ke-15 hingga ke-16 Masehi, berdiri sebuah kerajaan Melayu yang dipimpin oleh Sultan Muhayat Syah dan memiliki tiga orang anak, yaitu Mambang Yazid, Mambang Khayali, serta si bungsu yang terkenal yaitu Putri Hijau.
Kolam Sampuraga yang terletak di Mandailing merupakan sebuah objek wisata kolam yang konon tercipta dari kutukan akibat kepatuhan yang runtuh serta kedurhakaan seorang anak bernama Sampuraga terhadap ibunya, yang menyimpan pesan moral mendalam bagi masyarakat.
Di Kampung Nagur pernah berdiri sebuah kerajaan kecil dari suku Batak bermarga Sinaga bernama Tanah Djawo, yang hidup dengan tentram dan aman di bawah kepemimpinan seorang raja bijaksana yang didampingi oleh hulubalang tangguh.
Dahulu kala di daerah Tanah Karo, terdapat sebuah kerajaan yang dipimpin oleh seorang raja yang arif dan bijaksana di mana masyarakatnya hidup makmur namun belum mengenal tanaman padi, sehingga mereka masih mengandalkan buah-buahan hutan sebagai makanan pokok.
Di tepi sebuah sungai di Labuhan Batu, Sumatra Utara, hiduplah seorang anak laki-laki bernama Si Kantan bersama ibunya yang miskin dalam sebuah gubuk reot, di mana Si Kantan dikenal sebagai anak yang sangat rajin membantu ibunya mencari kayu bakar sebelum akhirnya takdir mengubah jalan hidupnya.
Pada zaman dahulu kala, berdirilah sebuah kerajaan makmur bernama Purnama yang dipimpin dengan sangat arif dan bijaksana oleh seorang raja bernama Indra Sakti, sehingga rakyatnya dapat hidup dalam keadaan aman, damai, dan sentosa.
Di daerah Simalungun, Sumatra Utara, dahulu berdiri sebuah kerajaan yang dipimpin oleh seorang raja arif dengan seorang putri jelita yang kecantikannya terkenal hingga ke negeri seberang, sehingga menarik minat seorang raja muda dari negeri tetangga yang berniat untuk mempersuntingnya.
Berasal dari Kabupaten Karo, Sumatra Utara, legenda Lau Kawar mengisahkan tentang sebuah desa bernama Kawar yang memiliki tanah sangat subur, sehingga sebagian besar penduduknya bermata pencaharian sebagai petani.
Referensi:
- Komandoko, Gamal. 2013. Koleksi Terbaik 100 plus Dongeng Rakyat Nusantara, PT.Buku Seru.
- Adi Seta, Mahadewa. 2013. Kumpulan Dongeng Asli Nusantara. Yogyakarta: Idea World Kidz.
- Syamsuri, Maulana. t.t. Danau Toba dan Pulau Samosir dengan Beberapa Dongeng Sumatra Utara. Surabaya: Greisinda Press.
.jpg)