Pemburu Dan Gorila, Dongeng Anak Kongo


Berikut dongeng anak dari negara Kongo, kisah pemburu dan gorila. Alkisah ada sebuah desa kecil di tepi hutan negara Kongo. Desa tersebut sering didatangi oleh seekor gorila. Kebun-kebun milik penduduk desa menjadi rusak karena si gorila memakan apa saja yang ada di kebun. Kehadiran gorila perusak sangat meresahkan penduduk desa.



Tidak ada seorang penduduk desa pun yang berani mengusir gorila tersebut. Namun akhirnya ada seorang pemburu menawarkan dirinya untuk mengusir si gorila. Penduduk desa segera melakukan upacara pelepasan disertai doa-doa dari kepala suku kepada si pemburu sebelum Ia pergi ke hutan untuk mengusir gorila. Kepala suku memberikan ramuan & mantra-mantra kepada si pemburu untuk ditiupkan ke tubuh gorila.

Selesai upacara, si pemburu segera pergi ke hutan. Si pemburu kemudian bersembunyi di balik semak-semak untuk mengintai gorila. Tidak lama kemudian gorila tersebut muncul di dekat si pemburu.

Saat itu ada seekor simpanse meletakkan buah-buahan di bawah pohon. Gorila tersebut mendekati buah-buahan milik simpanse kemudian memakannya. Simpanse marah melihat gorila memakan buah-buahan miliknya. Ia melempari gorila dengan batu-batu. Si gorila marah kepada simpanse. Si gorila mengangkat simpanse kemudian melemparkannya jauh ke semak-semak. Si gorila kemudian dengan santainya melanjutkan makan buah-buahan milik simpanse.

Melihat si gorila tengah lengah, si pemburu tak menyia-nyiakan kesempatan tersebut. Dengan ramuan & mantra dari kepala suku yang dibawanya, si pemburu meniupkannya pada tubuh gorila. Mantra dari kepala suku itu dimaksudkan agar gorila tidak bisa datang ke desa mereka. Dengan keberhasilan si pemburu meniupkan mantra kepada gorila, sejak saat itu si gorila tidak pernah kembali ke desa mereka.

Referensi:
  1. Damayanti, Astri, 2014, Dongeng Klasik 5 Benua, Jakarta: Penerbit Bestari Buana Murni.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar