Rusa Bermata Biru, Dongeng Anak Amerika


Dongeng anak Rusa Bermata Biru berasal dari negara Amerika Serikat. Konon pada zaman dahulu hidup seorang pemburu bernama Boone. Kegemaran Boone adalah berburu rusa. Untuk menangkap rusa buruannya, Boone biasa membawa panci berisi bara api. Rusa buruannya biasa tidak bisa lari jika matanya silau terkena bara api. Di saat itulah, Boone akan menembak si rusa.



Boone sudah terkenal sebagai pemburu rusa handal. Selama ini tak ada satu rusa pun dapat lolos dari tembakannya. Namun kali ini Boone menghadapi malam berbeda dengan malam-malam sebelumnya. Saat itu Boone melihat seekor rusa di kegelapan malam. Namun ada hal berbeda, dimana rusa tersebut memiliki mata berwarna biru. Baru kali ini Boone menemukan rusa berwarna biru.

Seperti biasanya Boone menyalakan bara api. Ia mengarahkan bara api ke arah mata rusa. Ia bermaksud membuat silau mata rusa. Namun anehnya si rusa tidak silau sama sekali. Si Rusa berlari kencang karena merasa terancam bahaya. Boone tentu saja tak tinggal diam. Ia segera mengejar rusa bermata biru tersebut. Boone berpikir jika dijual pasti rusa bermata biru berharga sangat mahal.

Rusa itu berlari kencang kemudian menghilang ke dalam sebuah rumah pondok di tengah hutan. Boone jelas sangat keheranan. Bagaimana mungkin rusa masuk ke dalam sebuah rumah pondok. Boone kemudian mengendap-ngendap mengintip ke dalam rumah pondok tersebut. Namun Ia tidak melihat si rusa bermata biru.

“Masuklah Tuan, jangan hanya mengintip dari luar.” suara seorang wanita mengagetkan Boone.

Ternyata pemilik suara itu adalah seorang wanita cantik jelita. Boone yang terkejut lantas masuk ke dalam rumah pondok tersebut. Si perempuan cantik menjamu Boone dengan baik.

“Aku adalah peri rusa.” kata wanita cantik tersebut menjelaskan. “Aku tahu, Engkau sering berburu rusa. Oleh karena itu, aku akan menahanmu disini agar Engkau tidak menangkapi rusa-rusa lagi. Dengan cara seperti ini rusa-rusa di hutan dapat hidup tenang.”

“Jangan tahan Aku. Tolong...lepaskan Aku. Aku berjanji tak akan berburu rusa lagi.” kata Boone ketakutan. Setelah memohon untuk dilepaskan, akhirnya peri rusa baik hati melepaskan Boone. Sejak saat itu Boone tidak pernah berburu rusa di hutan lagi.

Referensi:
  1. Damayanti, Astri, 2014, Dongeng Klasik 5 Benua, Jakarta: Penerbit Bestari Buana Murni.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar