Alkisah, beratus-ratus tahun yang lalu di tanah Dieng, Jawa Tengah sekarang, yang sejuk dan berkabut, berdiri sebuah kerajaan yang megah. Di istana itu, hiduplah seorang putri raja yang kecantikannya tersohor ke seluruh penjuru negeri. Namanya Putri Shinta Dewi. Wajahnya bagai rembulan purnama, dan kebaikannya membuat banyak pangeran serta bangsawan berbondong-bondong ingin meminangnya. Namun, belum ada satupun yang bernyali melangkah datang ke istana.
✨ Sang Pangeran Sakti dari Negeri Seberang
Suatu hari, terdengarlah kabar tentang seorang pangeran kaya raya yang amat sakti mandraguna. Namanya Pangeran Kidang Garungan. Begitu mendengar keelokan rupa Putri Shinta Dewi, sang pangeran langsung jatuh hati dan berniat menjadikannya permaisuri.
Ia pun mengirimkan utusan khusus ke Istana Dieng membawa kereta berlapis emas, kuda-kuda pilihan, serta berpeti-peti hadiah yang berkilauan.
Mendengar niat baik tersebut, Putri Shinta Dewi tersenyum manis dan berkata, "Baiklah, aku menerima pinangan Pangeran Kidang Garungan. Sampaikan pada pangeranmu untuk datang sendiri ke kemari."
🦌 Kejutan di Gerbang Istana
Berita gembira itu membuat Pangeran Kidang Garungan bersorak girang. Dengan diiringi para pengawal setia, ia berangkat menuju Dieng membawa kemegahan.
Namun, alangkah terkejutnya Putri Shinta Dewi saat sang pangeran tiba di hadapannya. Jantung sang putri seakan copot! Tubuh Pangeran Kidang Garungan memang gagah perkasa, tetapi kepalanya... adalah kepala seekor kijang jantan yang lengkap dengan tanduk bercabang!
Putri Shinta Dewi merasa ngeri dan ingin menolak lamaran itu, tetapi ia bingung bagaimana harus mengatakannya tanpa menyinggung perasaan sang pangeran sakti. Setelah berpikir keras, akal bulusnya pun muncul.
Ia lalu menemui Pangeran Kidang Garungan dan mengajukan sebuah syarat licik. "Wahai Pangeran, jika kau benar-benar ingin menikahiku, buatlah sebuah sumur yang sangat dalam dan besar seorang diri. Sumur itu akan kita gunakan untuk tempat mandi bersama."
⛏️ Lubang Misterius di Tanah Dieng
Tanpa curiga sedikit pun, Pangeran Kidang Garungan menyanggupi permintaan sang putri. Dengan mengerahkan kesaktiannya, ia mulai menggali tanah. Kedua tangannya yang kekar mencangkul bumi, sementara tanduknya yang kuat menghujam tanah berbatu.
Dalam sekejap mata, sebuah lubang raksasa tercipta. Pekerjaan itu hampir selesai!
Melihat kesaktian sang pangeran, Putri Shinta Dewi justru dilanda ketakutan yang hebat. Dalam kepanikannya, ia berteriak kepada para prajurit, "Timbun lubang itu! Cepat lemparkan tanah ke dalamnya!"
Bum! Sontak para prajurit melemparkan tanah galian ke dalam lubang, menutupi tubuh Pangeran Kidang Garungan.
Pangeran yang terkejut bukan main langsung murka. Ia sadar dirinya telah dijebak! Dengan sisa-sisa tenaga dan kesaktiannya, ia berusaha mendobrak timbunan tanah itu. Darr! Ledakan hebat mengguncang tanah Dieng.
Namun, Putri Shinta Dewi yang panik terus memerintahkan prajuritnya untuk menimbun lubang itu semakin dalam, hingga akhirnya sang pangeran tak lagi mampu menyelamatkan diri.
🌋 Kutukan dan Asal-Usul Kawah Sikidang
Sebelum napasnya habis terkubur di dasar bumi, Pangeran Kidang Garungan melontarkan sumpah serapah dengan suara yang menggelegar penuh amarah.
"Wahai Shinta Dewi! Perbuatanmu sungguh keji! Kutuk seluruh keturunanmu agar kelak terlahir memiliki rambut gimbal!" teriaknya dari dalam lubang.
Hingga hari ini, sumur gaib tempat sang pangeran terkubur itu masih terus bergemuruh, mendidih, dan membuat tanah di sekitarnya bergetar hebat. Masyarakat setempat menamakannya Kawah Sikidang, karena kata 'Kidang' dalam bahasa Jawa berarti kijang—mengingat kebiasaan kawah ini yang lubang uapnya sering berpindah-pindah tempat dengan lincah, mirip seekor kijang yang berlari.
Konon, hingga detik ini pula, anak-anak di dataran tinggi Dieng yang terlahir dengan rambut gimbal dipercaya sebagai keturunan dari sang putri yang terkena kutukan Pangeran Kidang Garungan.
Berikut adalah pesan moral yang dapat dipetik dari kisah Kawah Sikidang:
"Kejujuran dan ketulusan hati adalah fondasi utama dalam membangun hubungan. Niat yang diawali dengan kebohongan, kelicikan, serta rasa egois hanya akan membawa malapetaka, meninggalkan luka yang mendalam, dan mendatangkan penyesalan di kemudian hari."
Yuk mainkan gamenya! Ikuti kisah Putri Shinta Dewi dan Pangeran Kidang Garungan, hingga asal usul Kawah Sikidang.
Referensi:
- Agni, Danu. 2013. Cerita Anak Seribu Pulau.Yogyakarta: Buku Pintar.
- Komandoko, Gamal. 2013. Koleksi Terbaik 100 plus Dongeng Rakyat Nusantara, PT.Buku Seru.
.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar