Tigran Dan Ikan Kecil, Dongeng Anak Armenia


Tigran dan ikan kecil adalah sebuah dongeng anak dari negara Armenia. Mengisahkan seorang laki-laki miskin tapi suka menolong. Kehidupan Tigran sangatlah miskin hingga tidak memiliki perahu untuk mencari ikan sendiri. Untuk menghidupi keluarganya, Tigran bekerja pada seorang nelayan. Sehari-hari ia membantu nelayan tersebut mencari ikan di laut. Setiap harinya, ia hanya mendapatkan upah beberapa ekor ikan untuk dijualnya di pasar.



Suatu hari, saat tengah bekerja menangkap ikan di tengah lautan, Tigran mendengar sebuah suara, “Tuan tolonglah lepaskan Aku.”

Tigran merasa keheranan dengan suara tersebut. Ia menoleh ke kanan kiri mencari asal suara tersebut. Ternyata suara itu berasal dari seekor ikan kecil yang barusan ia tangkap. Karena merasa kasihan, tanpa pikir panjang, Tigran segera melemparkan si ikan kecil kembali ke laut.

Melihat perbuatan Tigran, sontak si nelayan pemilik kapal, marah besar. “Susah payah kita menangkap ikan di tengah lautan seperti ini, Engkau malah membuangnya ke laut. Mulai saat ini Engkau tidak usah membantuku lagi. Aku juga tak mau memberimu upah hari ini.” kata si nelayan.

Setibanya di daratan, Tigran kemudian pulang ke rumahnya dengan perasaan sedih. Ia tidak tahu bagaimana cara memberi makan anak & istrinya. Di tengah jalan, Tigran bertemu seorang raksasa yang menunggang seekor sapi. Melihat Tigran bermuka sedih, si raksasa berniat menjebaknya.

“Wajahmu terlihat murung, apa yang terjadi denganmu?” tanya raksasa pada Tigran.

Tigran kemudian menceritakan apa yang telah menimpanya. “Saat ini Aku bingung tidak memiliki apa-apa. Anak istriku harus makan apa sekarang?”

'Kalau begitu, Aku akan menolongmu. Aku akan memberikan sapi milikku kepadamu. Tapi syaratnya Engkau harus bisa menjawab pertanyaanku. Jika Engkau tak bisa menjawab pertanyaanku, maka Engkau harus menjadi budakku.” kata raksasa.

Tigran terkejut karena jika gagal menjawab pertanyaan raksasa maka ia akan menjadi budak raksasa. Namun saat itu Tigran tidak mempunyai pilihan lain untuk menghidupi anak istrinya. Ia pun menyanggupi tawaran raksasa.

“Siapa yang paling ditakuti oleh ikan kecil?” tanya raksasa kepada Tigran. Raksasa merasa yakin bahwa Tigran tidak akan mampu menjawab pertanyaannya.

Tigran tidak mengetahui jawaban pertanyaan si raksasa, namun ia mendengar suara ikan kecil yang pernah ia tolong berkata, “Tuan, yang paling ditakuti oleh ikan kecil adalah burung elang.”

Tigran pun menjawab, “Yang ditakuti oleh ikan kecil adalah burung elang.”

Raksasa terkejut karena ternyata Tigran mengetahui jawabannya. Meskipun raksasa berniat jahat, namun ia adalah raksasa yang menepati janji. Si raksasa kemudian menyerahkan sapi miliknya kepada Tigran. Akhirnya Tigran pulang membawa sapi kepada keluarganya. Sejak saat itu, Tigran sekeluarga hidup berkecukupan dari hasil menjual susu sapi.

Referensi:
  1. Damayanti, Astri, 2014, Dongeng Klasik 5 Benua, Jakarta: Penerbit Bestari Buana Murni.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar