31 Agustus 2018

Asal Usul Gunung Merapi: Legenda Dua Empu Sakti & Kawah Berapi

Asal Usul Gunung Merapi Legenda Dua Empu Sakti & Kawah Berapi
Berikut ini sebuah cerita rakyat dari Jawa Tengah dan Yogyakarta mengenai asal-usul Gunung Merapi.

Alkisah, di tengah-tengah lautan selatan yang luas, berdiri sebuah gunung yang sangat tinggi dan megah bernama Gunung Jamurdwipa. Gunung itu begitu agung, puncaknya menjulang seolah-olah menyentuh langit biru.

Nah, anak-anak, bagaimana ya ceritanya gunung yang berada di laut itu bisa berpindah ke tengah Pulau Jawa dan berubah nama menjadi Gunung Merapi?

Yuk, kita ikuti bersama kisah seru para dewa dan dua empu sakti berikut ini!

🌋 Pulau Jawa yang Mulai Miring

Dahulu kala, Pulau Jawa belum ramai seperti sekarang. Wilayahnya masih berupa hutan belantara yang lebat, tempat tinggal para binatang liar dan makhluk-makhluk gaib. Hanya ada sedikit manusia yang tinggal secara berkelompok dan hidup berpindah-pindah karena alamnya yang masih liar dan menantang.

Suatu hari, para dewa di kahyangan mulai merasa cemas. Mereka melihat Pulau Jawa ternyata miring ke arah selatan! Para dewa khawatir, jika dibiarkan, seluruh pulau beserta isinya akan tenggelam ke dalam laut selatan.

Setelah berdiskusi panjang, para dewa akhirnya menemukan sebuah solusi yang luar biasa. Mereka sepakat untuk mengambil Gunung Jamurdwipa di lautan dan menjadikannya sebagai pemberat di tengah Pulau Jawa agar posisinya kembali seimbang.

Para dewa pun segera mengutus makhluk gaib penjaga gunung untuk bersiap-siap. Sementara itu, untuk wilayah di tengah Pulau Jawa, Batara Guru mengutus dua dewa yang hebat, yaitu Dewa Panyarikan dan Batara Narada, untuk meminta para penduduk di sana agar mengungsi demi keselamatan.

⚒️ Dua Empu yang Sakti Mandraguna

Di tengah hutan belantara Pulau Jawa yang lebat itu, tinggal dua bersaudara yang merupakan empu pembuat keris yang sangat hebat, bernama Mpu Permadi dan Mpu Rama. Saat utusan kahyangan tiba, kedua empu itu sedang sibuk menempa keris pusaka.

Dewa Panyarikan dan Batara Narada tertegun kagum melihat keahlian mereka. Kedua empu itu mencampur berbagai jenis logam hanya dengan tangan kosong, lalu memilin dan menempanya hingga padat tanpa bantuan alat apa pun! Hebatnya lagi, tangan mereka sama sekali tidak terluka meski tersentuh api yang menyala-nyala sangat panas.

Ketika utusan dewa meminta mereka segera pindah, Mpu Permadi dan Mpu Rama menggelengkan kepala.

"Maafkan kami, para dewa," ujar Mpu Permadi. "Pembuatan keris ini harus diselesaikan sampai tuntas. Jika kami berhenti sekarang, keselamatan umat manusia justru akan terancam!"

Dewa Panyarikan lalu menjelaskan bahwa daratan tempat mereka berdiri akan segera ditimpa oleh Gunung Jamurdwipa. Namun, kedua empu itu tetap teguh pada pendiriannya dan menolak untuk pergi.

Suasana pun memanas! Adu mulut tak dapat dihindarkan, hingga akhirnya pertempuran hebat pecah. Dewa Panyarikan dan Batara Narada dibantu para prajurit kahyangan menyerang kedua empu. Hebatnya, Mpu Permadi dan Mpu Rama melawan dengan mengerahkan kesaktian mereka, membuat pertempuran berlangsung sangat sengit dan berlarut-larut.

🔥 Lahirnya Kawah Berapi Gunung Merapi

Di kahyangan, Batara Guru mulai merasa gelisah. Jika pertempuran itu terus dibiarkan, Pulau Jawa keburu tenggelam ke dasar laut! Ia pun segera memerintahkan Dewa Bayu untuk segera memindahkan Gunung Jamurdwipa ke tengah Pulau Jawa, tanpa harus menunggu Mpu Permadi dan Mpu Rama mengungsi.

Dewa Bayu yang sakti mandraguna segera meluncur ke selatan. Dengan sekali tiupan yang sangat kuat, ia mengangkat Gunung Jamurdwipa ke udara! Gunung besar itu terbang melayang-layang di angkasa, lalu... BUM! Jatuh tepat di tengah-tengah Pulau Jawa.

Nahas, Mpu Permadi dan Mpu Rama tidak sempat menyelamatkan diri dan tewas seketika di bawah reruntuhan gunung tersebut. Karena menolak perintah para dewa, roh mereka tidak pergi ke alam baka, melainkan tetap tinggal dan menjadi penjaga gunung. Di sinilah asal-usul berdirinya Gunung Merapi!

Meskipun raganya telah tiada, kesaktian kedua empu itu tidak pernah luntur. Keris yang sedang mereka buat di dalam tanah masih terus mengeluarkan nyala api yang membara. Bara api itu sangat sakti dan tidak bisa dipadamkan oleh siapapun kecuali oleh kedua empu itu sendiri.

Lama-kelamaan, bara api yang tak pernah padam itu terus membesar. Panasnya membakar bebatuan dan tanah di dalam gunung hingga membentuk sebuah lubang yang sangat besar. Nah, lubang raksasa itulah yang sekarang kita kenal sebagai kawah Gunung Merapi!

Pesan Moral:
  1. Tanggung Jawab dan Totalitas dalam Bekerja: Mpu Permadi dan Mpu Rama mengajarkan kita untuk selalu bertanggung jawab dan menyelesaikan apa yang sudah kita mulai dengan sepenuh hati, bahkan dalam situasi yang sulit.
  2. Pentingnya Keseimbangan Hidup: Kisah para dewa yang menyelamatkan Pulau Jawa mengingatkan kita bahwa alam dan bumi membutuhkan keseimbangan agar tetap aman dan lestari bagi seluruh makhluk hidup.
  3. Kebesaran Hati dalam Menerima Takdir: Setiap tempat memiliki sejarahnya sendiri, dan di balik peristiwa besar selalu ada pelajaran berharga tentang kerja keras, kesetiaan, serta keteguhan prinsip.

Yuk mainkan gamenya! Ikuti kisah para dewa memindahkan Gunung Jamurdwipa hingga terbentuknya Gunung Merapi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar